Manajemen Nyeri Persalinan Non-Farmakologi: Studi Komparatif Efektivitas Teknik Pijat dan Aromaterapi
DOI:
https://doi.org/10.61696/muara.v1i1.897Keywords:
Bidan, Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), Daerah Terpencil, Pelayanan Kebidanan, Kesehatan Ibu dan AnakAbstract
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator krusial pembangunan kesehatan yang masih menjadi tantangan serius, terutama di daerah terpencil. Kondisi geografis yang sulit, keterbatasan infrastruktur, serta kurangnya akses terhadap fasilitas dan tenaga kesehatan, berkontribusi pada tingginya angka kematian ini. Bidan, sebagai tenaga kesehatan primer yang seringkali menjadi satu-satunya penyedia layanan kesehatan di daerah terpencil, memegang peran sentral dalam upaya penurunan AKI dan AKB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran multifaset bidan di daerah terpencil dalam memberikan asuhan komprehensif yang berkontribusi pada penurunan AKI dan AKB. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dari berbagai studi dan laporan kasus. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa bidan di daerah terpencil menjalankan fungsi vital meliputi edukasi kesehatan, pelayanan antenatal, pertolongan persalinan yang aman, pelayanan pascanatal, deteksi dini komplikasi, rujukan darurat, serta pelayanan keluarga berencana. Keterbatasan sumber daya, beban kerja yang tinggi, dan kurangnya dukungan menjadi tantangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penguatan kapasitas, dukungan sistem, dan pemberdayaan bidan di daerah terpencil adalah strategi paling efektif untuk mencapai target penurunan AKI dan AKB, serta mewujudkan kesehatan ibu dan anak yang lebih baik.
