Manajemen Nyeri Persalinan Non-Farmakologi: Studi Komparatif Efektivitas Teknik Pijat dan Aromaterapi

Authors

  • Astri Ulina Saragih Universitas Efarina
  • Enrika T. Pasaribu Universitas Efarina
  • Septa Hayati Harahap Universitas Efarina

DOI:

https://doi.org/10.61696/muara.v1i1.895

Keywords:

Kesehatan Reproduksi, Remaja, Peer Education, Pengetahuan, Pendidikan Sebaya

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja adalah isu krusial yang memerlukan perhatian serius, mengingat tingginya angka pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan, dan infeksi menular seksual (IMS) pada kelompok usia ini. Rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sering menjadi faktor penyebab utama masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan peer education (pendidikan sebaya) dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dari berbagai studi intervensi dan kualitatif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa peer education adalah strategi yang sangat efektif. Remaja cenderung lebih terbuka dan nyaman belajar dari teman sebaya mereka, yang berbagi pengalaman dan bahasa yang sama. Intervensi peer education yang terstruktur dengan baik, melibatkan pelatihan peer educator yang komprehensif, terbukti signifikan dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pubertas, siklus menstruasi, organ reproduksi, kehamilan, kontrasepsi, IMS, dan pencegahan kekerasan seksual. Pendekatan ini juga berkontribusi pada perubahan sikap dan perilaku positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peer education merupakan metode yang kuat dan relevan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja, serta perlu didukung dengan program yang berkelanjutan dan terintegrasi.

Downloads

Published

2024-11-30

How to Cite

Astri Ulina Saragih, Enrika T. Pasaribu, & Septa Hayati Harahap. (2024). Manajemen Nyeri Persalinan Non-Farmakologi: Studi Komparatif Efektivitas Teknik Pijat dan Aromaterapi. Multidisiplin Paradigma Journal, 1(1), 41–46. https://doi.org/10.61696/muara.v1i1.895