Manajemen Nyeri Persalinan Non-Farmakologi: Studi Komparatif Efektivitas Teknik Pijat dan Aromaterapi
DOI:
https://doi.org/10.61696/muara.v1i1.894Keywords:
Nyeri Persalinan, Non-Farmakologi, Pijat, Aromaterapi, Intensitas Nyeri, Ibu Bersalin.Abstract
Nyeri persalinan merupakan pengalaman universal yang dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan dampak negatif pada pengalaman melahirkan seorang ibu. Meskipun intervensi farmakologi tersedia, metode non-farmakologi semakin diminati karena minim efek samping dan mendukung proses persalinan fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dua teknik manajemen nyeri persalinan non-farmakologi, yaitu teknik pijat punggung dan aromaterapi lavender, dalam mengurangi intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental design dengan tiga kelompok: kelompok pijat (n=30), kelompok aromaterapi (n=30), dan kelompok kontrol (n=30). Intensitas nyeri diukur menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan 30 menit setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok intervensi (pijat dan aromaterapi) mengalami penurunan intensitas nyeri yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,001). Namun, penurunan nyeri pada kelompok pijat ([rata-rata penurunan skor NRS] poin) sedikit lebih besar dibandingkan kelompok aromaterapi ([rata-rata penurunan skor NRS] poin), meskipun tidak berbeda secara signifikan (p > 0,05). Teknik pijat dan aromaterapi efektif sebagai intervensi non-farmakologi untuk manajemen nyeri persalinan, memberikan alternatif bagi ibu bersalin yang menginginkan pengalaman persalinan yang lebih alami dan nyaman.
