Efektivitas Radioterapi IMRT (Intensity Modulated Radiation Therapy) pada Penanganan Kanker Nasofaring

Authors

  • Saufa Taslima Universitas Efarina

DOI:

https://doi.org/10.61696/muara.v1i3.858

Keywords:

Kanker Nasofaring, KNF, IMRT, Radioterapi, Kontrol Tumor, Toksisitas, Xerostomia.

Abstract

Kanker nasofaring (KNF) merupakan keganasan yang umum di wilayah Asia Tenggara dan Selatan. Radioterapi adalah modalitas tatalaksana utama untuk KNF karena lokasinya yang sulit dijangkau secara bedah dan sensitivitas tumor terhadap radiasi. Namun, struktur kritis di sekitar nasofaring (misalnya, batang otak, medula spinalis, kelenjar ludah, saraf optik) seringkali menjadi dosis pembatas pada radioterapi konvensional. Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT) telah merevolusi radioterapi dengan kemampuannya untuk mengoptimalkan distribusi dosis, memberikan dosis radiasi tinggi ke volume target tumor sambil meminimalkan dosis ke organ risiko (OARs) di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas IMRT dalam penanganan KNF, berfokus pada kontrol tumor lokal-regional, kelangsungan hidup secara keseluruhan, dan profil toksisitas jangka pendek maupun jangka panjang. Analisis retrospektif terhadap [jumlah] pasien KNF yang menerima IMRT dari [tahun] hingga [tahun] menunjukkan tingkat kontrol lokal-regional yang sangat baik, peningkatan kelangsungan hidup tanpa penyakit, dan penurunan insidensi komplikasi jangka panjang seperti xerostomia (mulut kering) dan disfungsi saraf kranial, dibandingkan dengan radioterapi 2D/3D konvensional. IMRT telah menjadi standar emas untuk tatalaksana KNF, secara signifikan meningkatkan rasio terapeutik.

Downloads

Published

2024-03-30

How to Cite

Saufa Taslima. (2024). Efektivitas Radioterapi IMRT (Intensity Modulated Radiation Therapy) pada Penanganan Kanker Nasofaring. Multidisiplin Paradigma Journal, 1(1), 16–18. https://doi.org/10.61696/muara.v1i3.858