Multidisiplin Paradigma Journal
https://www.journal.bukitpengharapan.ac.id/index.php/MUARA
<p><strong>Multidisiplin Paradigma Journal (MUARA)</strong> ini berfokus pada bidang-bidang ilmu yang bersifat multidisiplin baik dari ilmu sosial, teknologi, budaya, hukum, teknik dan bidang lain yang belum tercatat.</p>en-USMultidisiplin Paradigma JournalEdukasi Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kepatuhan Skrining IVA pada Wanita Usia Subur
https://www.journal.bukitpengharapan.ac.id/index.php/MUARA/article/view/900
<p>Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum menyerang wanita, terutama di negara-negara berkembang. Meskipun dapat dicegah dan disembuhkan jika terdeteksi dini, angka kematian akibat kanker serviks masih tinggi. Skrining Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) adalah metode deteksi dini yang sederhana, murah, dan dapat dilakukan di tingkat pelayanan kesehatan primer. Namun, kepatuhan wanita usia subur (WUS) untuk melakukan skrining IVA masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi deteksi dini kanker serviks terhadap peningkatan pengetahuan dan kepatuhan WUS dalam menjalani skrining IVA. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dari berbagai studi intervensi dan kualitatif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa edukasi yang komprehensif, mudah dipahami, dan disampaikan dengan metode yang menarik secara signifikan meningkatkan pengetahuan WUS tentang kanker serviks dan pentingnya skrining. Peningkatan pengetahuan ini pada gilirannya berkorelasi positif dengan peningkatan kepatuhan skrining IVA. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepatuhan termasuk dukungan suami, aksesibilitas layanan, persepsi risiko, dan peran tenaga kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi yang efektif adalah kunci utama untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan skrining IVA, sehingga dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas akibat kanker serviks.</p>Yeni Trisna PurbaArthauly Gracia SinagaPutri Handayani Simbolon
Copyright (c) 2023 Multidisiplin Paradigma Journal
2023-11-302023-11-3011162010.61696/muara.v1i1.900Peran Multifaset Bidan Dalam Pencegahan, Identifikasi, Dan Penanganan Awal Kasus Kekerasan Seksual Pada Perempuan
https://www.journal.bukitpengharapan.ac.id/index.php/MUARA/article/view/893
<p>Kekerasan seksual merupakan masalah kesehatan masyarakat dan hak asasi manusia yang serius, dengan prevalensi global yang mengkhawatirkan dan dampak jangka panjang yang merusak bagi korban. Perempuan merupakan kelompok yang paling rentan terhadap kekerasan seksual. Tenaga kesehatan, khususnya bidan, memiliki posisi unik dan strategis dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual karena bidan adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan perempuan di berbagai siklus kehidupannya (remaja, kehamilan, persalinan, nifas, menopause). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran multifaset bidan dalam pencegahan, identifikasi, dan penanganan awal kasus kekerasan seksual pada perempuan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dari berbagai publikasi ilmiah. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa bidan dapat berperan aktif dalam edukasi dan advokasi pencegahan, deteksi dini melalui skrining dan wawancara yang sensitif, serta pemberian asuhan komprehensif pasca-kekerasan yang meliputi penanganan fisik, psikologis, dan rujukan hukum. Keterbatasan kapasitas bidan seperti kurangnya pelatihan, beban kerja, dan stigma sosial menjadi tantangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penguatan peran bidan melalui pelatihan berkelanjutan, dukungan sistem, dan kolaborasi multidisiplin sangat krusial untuk meningkatkan respons pelayanan kesehatan terhadap kekerasan seksual dan mendukung pemulihan korban.</p>Ria Lusi UtamiMeli Safreni TurnipAdventides Natali Siahaan
Copyright (c) 2023 Multidisiplin Paradigma Journal
2023-11-302023-11-3011111510.61696/muara.v1i1.893Analisis Kebijakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terhadap Akses Pelayanan Kebidanan
https://www.journal.bukitpengharapan.ac.id/index.php/MUARA/article/view/881
<p>Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah menjadi pilar utama dalam sistem pembiayaan kesehatan di Indonesia sejak diluncurkan pada tahun 2014. Tujuan utama JKN adalah mencapai cakupan kesehatan semesta (Universal Health Coverage) dengan menjamin akses layanan kesehatan yang komprehensif bagi seluruh penduduk. Pelayanan kebidanan, yang meliputi antenatal care (ANC), pertolongan persalinan, postnatal care (PNC), serta pelayanan keluarga berencana, merupakan komponen krusial dalam upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan Program JKN terhadap akses pelayanan kebidanan bagi perempuan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dari berbagai studi, laporan kebijakan, dan data sekunder terkait. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa JKN secara signifikan meningkatkan akses finansial terhadap pelayanan kebidanan, mendorong peningkatan cakupan ANC, persalinan di fasilitas kesehatan, dan PNC. Namun, tantangan masih ada, terutama terkait dengan kualitas pelayanan, ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan di daerah terpencil, mekanisme rujukan yang terkadang rumit, serta pemahaman masyarakat dan penyedia layanan tentang prosedur JKN. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa JKN telah menjadi instrumen penting dalam meningkatkan akses pelayanan kebidanan, namun perbaikan berkelanjutan pada aspek kualitas, pemerataan, dan implementasi kebijakan sangat diperlukan untuk mencapai hasil KIA yang optimal.</p> <p> </p>Yeni Trisna PurbaArthauly Gracia SinagaPutri Handayani Simbolon
Copyright (c) 2023 Multidisiplin Paradigma Journal
2023-11-302023-11-3011263010.61696/muara.v1i1.881Edukasi Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kepatuhan Skrining IVA pada Wanita Usia Subur
https://www.journal.bukitpengharapan.ac.id/index.php/MUARA/article/view/902
<p>Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum menyerang wanita, terutama di negara-negara berkembang. Meskipun dapat dicegah dan disembuhkan jika terdeteksi dini, angka kematian akibat kanker serviks masih tinggi. Skrining Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) adalah metode deteksi dini yang sederhana, murah, dan dapat dilakukan di tingkat pelayanan kesehatan primer. Namun, kepatuhan wanita usia subur (WUS) untuk melakukan skrining IVA masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi deteksi dini kanker serviks terhadap peningkatan pengetahuan dan kepatuhan WUS dalam menjalani skrining IVA. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dari berbagai studi intervensi dan kualitatif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa edukasi yang komprehensif, mudah dipahami, dan disampaikan dengan metode yang menarik secara signifikan meningkatkan pengetahuan WUS tentang kanker serviks dan pentingnya skrining. Peningkatan pengetahuan ini pada gilirannya berkorelasi positif dengan peningkatan kepatuhan skrining IVA. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepatuhan termasuk dukungan suami, aksesibilitas layanan, persepsi risiko, dan peran tenaga kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi yang efektif adalah kunci utama untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan skrining IVA, sehingga dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas akibat kanker serviks.</p>Meyana MarbunKeysha Iszmi ErhanAmanda Sahfitri
Copyright (c) 2023 Multidisiplin Paradigma Journal
2023-11-302023-11-301161010.61696/muara.v1i1.902Manajemen Nyeri Persalinan Non-Farmakologi: Studi Komparatif Efektivitas Teknik Pijat dan Aromaterapi
https://www.journal.bukitpengharapan.ac.id/index.php/MUARA/article/view/894
<p>Nyeri persalinan merupakan pengalaman universal yang dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan dampak negatif pada pengalaman melahirkan seorang ibu. Meskipun intervensi farmakologi tersedia, metode non-farmakologi semakin diminati karena minim efek samping dan mendukung proses persalinan fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dua teknik manajemen nyeri persalinan non-farmakologi, yaitu teknik pijat punggung dan aromaterapi lavender, dalam mengurangi intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental design dengan tiga kelompok: kelompok pijat (n=30), kelompok aromaterapi (n=30), dan kelompok kontrol (n=30). Intensitas nyeri diukur menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan 30 menit setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok intervensi (pijat dan aromaterapi) mengalami penurunan intensitas nyeri yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,001). Namun, penurunan nyeri pada kelompok pijat ([rata-rata penurunan skor NRS] poin) sedikit lebih besar dibandingkan kelompok aromaterapi ([rata-rata penurunan skor NRS] poin), meskipun tidak berbeda secara signifikan (p > 0,05). Teknik pijat dan aromaterapi efektif sebagai intervensi non-farmakologi untuk manajemen nyeri persalinan, memberikan alternatif bagi ibu bersalin yang menginginkan pengalaman persalinan yang lebih alami dan nyaman.</p>Astri Ulina SaragihEnrika T. PasaribuSepta Hayati Harahap
Copyright (c) 2023 Multidisiplin Paradigma Journal
2023-11-302023-11-30111510.61696/muara.v1i1.894Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak di Tingkat Desa
https://www.journal.bukitpengharapan.ac.id/index.php/MUARA/article/view/887
<p>Kesehatan ibu dan anak (KIA) merupakan indikator krusial dalam pembangunan kesehatan suatu bangsa. Meskipun telah banyak kemajuan, tantangan dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) masih tinggi, terutama di daerah pedesaan dengan akses layanan kesehatan yang terbatas. Kader kesehatan, sebagai agen komunitas yang terdekat dengan masyarakat, memiliki potensi besar untuk menjadi ujung tombak dalam upaya peningkatan KIA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan efektivitas pemberdayaan kader kesehatan dalam meningkatkan indikator KIA di tingkat desa. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dari berbagai studi intervensi dan kualitatif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa pelatihan yang komprehensif, dukungan berkelanjutan, dan pengakuan peran kader secara signifikan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi kader. Kader yang diberdayakan secara efektif dapat menjalankan berbagai fungsi, termasuk edukasi kesehatan, deteksi dini masalah KIA, advokasi, serta memfasilitasi akses masyarakat ke layanan kesehatan. Peningkatan aktivitas kader berkorelasi positif dengan peningkatan cakupan imunisasi, kunjungan antenatal, persalinan di fasilitas kesehatan, serta praktik menyusui eksklusif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberdayaan kader kesehatan merupakan strategi yang efektif dan berkelanjutan untuk meningkatkan KIA di tingkat desa, sehingga perlu didukung dengan kebijakan, sumber daya, dan sistem kolaborasi yang kuat.</p>Sri Rahma FrianiMeli Safreni TurnipAdventides Natali Siahaan
Copyright (c) 2023 Multidisiplin Paradigma Journal
2023-11-302023-11-3011212510.61696/muara.v1i1.887