Peran Multifaset Bidan Dalam Pencegahan, Identifikasi, Dan Penanganan Awal Kasus Kekerasan Seksual Pada Perempuan
DOI:
https://doi.org/10.61696/muara.v1i1.893Keywords:
: Bidan, Kekerasan Seksual, Perempuan, Pencegahan, Penanganan, Tenaga KesehatanAbstract
Kekerasan seksual merupakan masalah kesehatan masyarakat dan hak asasi manusia yang serius, dengan prevalensi global yang mengkhawatirkan dan dampak jangka panjang yang merusak bagi korban. Perempuan merupakan kelompok yang paling rentan terhadap kekerasan seksual. Tenaga kesehatan, khususnya bidan, memiliki posisi unik dan strategis dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual karena bidan adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan perempuan di berbagai siklus kehidupannya (remaja, kehamilan, persalinan, nifas, menopause). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran multifaset bidan dalam pencegahan, identifikasi, dan penanganan awal kasus kekerasan seksual pada perempuan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dari berbagai publikasi ilmiah. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa bidan dapat berperan aktif dalam edukasi dan advokasi pencegahan, deteksi dini melalui skrining dan wawancara yang sensitif, serta pemberian asuhan komprehensif pasca-kekerasan yang meliputi penanganan fisik, psikologis, dan rujukan hukum. Keterbatasan kapasitas bidan seperti kurangnya pelatihan, beban kerja, dan stigma sosial menjadi tantangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penguatan peran bidan melalui pelatihan berkelanjutan, dukungan sistem, dan kolaborasi multidisiplin sangat krusial untuk meningkatkan respons pelayanan kesehatan terhadap kekerasan seksual dan mendukung pemulihan korban.
